Prinsip Hamba Tuhan sebagai dasar Teologis Pertumbuhan Jemaat: Studi Eksegetis Titus 2:9-10
DOI:
https://doi.org/10.61390/euanggelion.v6i1.4Keywords:
Prinsip Hamba Tuhan, Pertumbuhan Jemaat, Studi Eksegetis, Titus 2: 9-10Abstract
Abstract: Congregation growth is crucial in the church's growth process. Servants of God are pleased when their congregation experiences growth within their church. However, sometimes servants of God focus only on numerical or quantitative growth rather than on the spiritual or qualitative character formation of the congregation. Servants of God must have principles in serving their congregation. This principle is important as the theological basis and foundation for taking steps and serving the existing congregation, so that the congregation is not only equipped with knowledge but also with the right spirituality before God. The author uses a qualitative literature review, collecting data by searching for sources and synthesising findings from books, journals, and existing research. The purpose of writing this article is to exegetically explain the principle of servanthood based on Titus 2:9-10, so that servants of God can use this as a theological basis in the ministry entrusted to them for the growth of the congregation in quality. The results of the research obtained are: First, servants must have obedience and a pleasing life. Second, servants must not argue or act dishonestly. Third, servants must have sincerity and loyalty.
Abstrak: Pertumbuhan jemaat adalah hal yang sangat penting dalam proses pertumbuhan gereja. Hamba Tuhan senang jika jemaatnya mengalami pertumbuhan dalam gerejanya. Namun, terkadang hamba Tuhan hanya berfokus pada pertumbuhan angka atau kuantitas dibandingkan dengan pembentukan karakter jemaat secara rohani atau kualitas. Diperlukan sosok hamba Tuhan yang memiliki prinsip hidup dalam melayani jemaatnya. Prinsip ini penting untuk menjadi dasar dan landasan teologis dalam melangkah dan melayani jemaat yang ada, sehingga jemaat tidak dibekali secara pengetahuan saja, melainkan dengan spiritual yang benar di hadapan Tuhan. Metode yang penulis gunakan ialah metode penelitian kualitatif studi pustaka (literature review), pengumpulan data dengan cara mencari sumber dan merekonstruksi dari berbagai sumber seperti buku, jurnal dan riset-riset yang sudah ada. Tujuan penulisan artikel ini yaitu memaparkan secara eksegetis mengenai prinsip hamba berdasarkan Titus 2:9-10, supaya hamba Tuhan menjadikan ini sebagai dasar teologis dalam pelayanan yang dipercayakan demi pertumbuhan jemaat secara kualitas. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: Pertama, hamba harus memiliki ketaatan dan hidup yang berkenan. Kedua, hamba tidak boleh membantah dan berlaku curang. Ketiga, hamba harus memiliki ketulusan dan kesetiaan
References
Dewi, Rostiani, Sekolah Tinggi, and Teologi Pontianak, ‘Ajaran Pendewasaan Berdasarkan Titus 2: 1-10 Pendahuluan Teks Alkitab Titus 2: 1-10 Adalah Nasihat Dasar Yang Dituliskan Rasul Paulus Sebagai’, 1 (2023), 12–23
F.F Vine, W. E. Bruce, ‘Vine’s Exspository Dictionary of Old and New Testament’ (Pc Study Bible Formatted Electronic Database, 2023)
Gerhard, Kittei (Hrsg.) (Hrsg.) Geoffrey William, Bromiley, and (Hrsg.) Gerhard, Friedrich, ‘Theological Dictionary of the New Testament’ (MI: Pc Study Bible Formatted Electronic Database, 2023)
Hasan Susanto, Perjanjian Baru Interlinear Yunani-Indonesia Dan Konkordansi Perjanjian Baru (PBIK) Jilid I (Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2014)
———, Perjanjian Baru Interlinier Yunani-Indonesia Dan Konkordansi Perjanjian Baru Jilid 2 (Malang: Literatur SAAT, 2014)
Joseph Henry Tayer, ‘Greek New Lexicon’ (PC Study Bible, 2023)
Matthew Henry, ‘Matthew Henry Commentary’ (Jakarta: PC Study Bible Formatted Electronic Database, 2023)
Ridwan, Muannif, Suhar AM, Bahrul Ulum, and Fauzi Muhammad, ‘Pentingnya Penerapan Literature Review Pada Penelitian Ilmiah’, Jurnal Masohi, 2.1 (2021), 42 <https://doi.org/10.36339/jmas.v2i1.427>
Rusmanto, Ayub, Yohanes Joko Saptono, Sekolah Tinggi, and Teologi Iman, ‘Teologi Paulus Tentang Pengharapan Hidup Kekal Dalam Surat Titus’, 9.1 (2022), 33–43
Setiawan, Iwan, Yohanes Sianipar, Stephen Laoli, Ester Nanda Putri Murcasari, and Anik Ernawati, ‘Prinsip-Prinsip Rohani Keyakinan Kepada Kristus: BERDASARKAN ROMA 14: 3-5’, THEOLOGIA INSANI: Jurnal Theologia, Pendidikan, Dan Misiologia Integratif, 3.2 (2024), 114–27
Setiawan, Iwan, Nurmintan Silaban, and Sujsan Silvia Moningka, ‘Dasar Spiritual Manajemen Konflik Gereja Mula-Mula: Menurut Kitab Kisah Para Rasul’, Manna Rafflesia, 9.2 (2023), 442–55
Sianturi, Liego Hasudungan, ‘Upaya Pertumbuhan Jemaat Melalui Model Penginjilan Dan Strategi Entreperneurship Dalam Pelayanan Holistik Di Gereja Protestan Persekutuan (GPP) Maranatha’, Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama Dan Filsafat, 2.2 (2024), 71–81
Tari, Ezra, ‘Ezra Tari Dan Talizaro Tafanao’, 5.1, 77–91
Tumbel, Daniel, and Titus Kreta, ‘TEMA UTAMA TEOLOGI TITUS, Kerusso, Volume 1 Number 1 Maret 2014’, 2 (2009)
William B. Eerdmans, ‘Exegetical Dictionary of the New Testament’ (Publishing Company: PC Study Bible, 2023)
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sukarji, Iwan Setiawan, Meidelin, Merti Naha Ladji, Rinawati Simatupang (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



